Akhir – akhir ini banyak orang membicarakan tentang aksi yang dilakukan oleh peserta konvoi moge di puncak terhadap seorang pengendara mobil. Aksi yang dilakukan oleh pengendara motor gede alias moge ini sangat patut tidak di tiru. seperti dituturkan Edwin melalui surat pembaca Kompas, Edwin menjelaskan bahwa dirinya mengalami penganiayaan berupa pukulan dan diludahi oleh segerombolah pengendara moge yang tersinggung lantaran diklakson oleh Edwin. Berikut ini kutipan dari surat Edwin yang ditujukan untu Kompas seperti yang saya kutip dari milis.
REDAKSI YTH “KOMPAS”
Sabtu, 13 Juni 2009Ulah Pengendara Moge, Istri dan Anak Menangis Histeris
Kejadian pada Minggu, 24 Mei 2009 sekitar pukul 16.00 di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, meninggalkan bekas sangat dalam di hati keluarga kami. Istri saya yang sedang hamil lima bulan menangis dan berteriak-teriak histeris diiringi tangis ketakutan bocah empat tahun, kakaknya tujuh tahun, dan yang paling besar 14 tahun.
Kejadian itu berawal dari digebraknya kap mesin mobil oleh salah seorang dari rombongan pengendara sepeda motor besar saat mereka menyusul mobil saya. Mobil dan rombongan sama-sama melaju dari arah Puncak menuju Cisarua pada saat jalan dibuka satu arah turun sehingga seluruh badan jalan dalam keadaan padat. Sangat sulit untuk berpindah lajur dan hampir tak mungkin memberi kesempatan lewat kepada rombongan sepeda motor gede tersebut.
Setelah bersusah payah dan akhirnya dapat sedikit menyelip ke kiri untuk memberi jalan rombongan tersebut, salah seorang menggebrak kap mobil dengan keras dan tiba-tiba, membuat kami terkejut dan tangan secara refleks menyentuh klakson. Rupanya, bunyi klakson itu dianggap sebagai menantang. Mereka langsung melintangkan beberapa sepeda motor gede di depan dan di belakang mobil hingga posisi terjepit dan tak dapat bergerak. Lalu, terjadilah tindak kekerasan tersebut.
Numpang copas dari milis tetanggaMereka berkerumun mengelilingi mobil sambil menggedor-gedor badan mobil, mengumpat, meludahi, dan melayangkan bogem mentah ke muka saya yang tertahan di bangku pengemudi tanpa dapat melakukan perlawanan karena pintu mobil tidak dapat dibuka. Pintu mobil sengaja ditahan dari luar oleh salah seorang dari mereka.
Suasana baru mereda ketika seorang polisi datang mendekat ke arah mobil dan rombongan pengemudi sepeda motor gede (moge) serentak meninggalkan tempat. Setelah kejadian, saya langsung melaporkan kepada Kepolisian Sektor Cisarua, Bogor. Di sini, saya berterima kasih karena laporan langsung dilayani dan ditanggapi dengan baik, lengkap dengan visum dokter.
Semoga kejadian yang menimpa keluarga saya ini, yang juga mengakibatkan kemacetan luar biasa di Jalan Raya Puncak, tidak terulang lagi.
Edwin Sudibyo Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta
kalau sudah seperti ini polisi kudu bertindak. Belakangan diketahui bahwa rombongan moge tersebut adalah dari Herley Davidson Bogor. Namun, tak satupun orang yang mengaku memukul ataupun meludahi Edwin. Mereka malah balik menuding bahwa Edwin hanya mengarang saja.
Ya terus terang, saya pribadi kurang begitu suka terhadap moge dan pengendaranya yang bertindak negatif. dan saya salut sekaligus respect kepada pengendara moge yang santun dan baik. salah satu tindakan negatif yang paling sering adalah etika berkendara yang tidak diperhatikan. seperti misalnya ketika jalan macet, dia sengaja kebut sambil membunyikan klakson agar kita menyingkir. kalo saya sih ga akan mao nyingkir kalo emang saya ga salah. emangnya ini jalanan punya dia yang membuat semua orang harus mendahulukan dia. Jadi biker itu mbok ya, yang santun dan baik gitu lho mas. tunjukin bagaimana berkendara yang baik. Sayangkan, motornya sudah bagus, namun hati dan sikap pengendaranya ga bagus. Astagfirullohaladzim….
Filed under: Otomotif, Umum, Uneg-uneg , davidson, edwin, email, hd, herley, konvoi, moge, motor gede, pengendara, puncak, rombongan, surat




Hhmm….semoga yang benar bisa kelihatan….