Seorang wanita meminta tolong untuk dicarikan kakaknya yang sudah lama hilang. setelah melalui proses pencarian yang panjang dan dramatis,akhirnya diketahui bahwa sang kakak kini telah menjadi seorang wanita malam. diakhir episode, mereka berdua menangis setelah bertemu kembali.
Saya masih ingat sekali itu episode pertama saya menonton acara termehek – mehek di trans tv. Begitu mengharukan. Dan seru, tentunya. Sejak saat itu, kalau tidak ada acara, saya coba sempatkan nonton acara itu. Namun apa mao dikata, berita yang saya baca dari KompasEntertainment bisa dibilang mengagetkan. Dari wawancara terhadap wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia, atau KPI, didapat fakta bahwa sesungguhnya acara tersebut tidak murni reality show.
“Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Itu membohongi masyarakat”
“Selain itu, pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi, ‘Tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat,’ juga bukti pembohongan,Dengan tulisan itu, seolah-olah ini tayangan nyata,” kata Fetti Fajriati Misbach, Wakil ketua KPI.
Dan ternyata, pernyataan wakil ketua KPI itu di-iya-kan oleh perwakilan dari trans corp company, yang menyatakan bahwa Termehek – mehek bukanlah murni reality show, melainkan drama reality.
Timbul tertanyaan, bedanya reality show sama drama reality itu apa ya? bedanya terletak pada FAKTAnya. kalo reality show itu murni tanpa ada skenario jadi merupakan tayangan non-fiksi. tapi kalo drama reality boleh ada skenarionya atau sebuah kenyataan yang ditambahkan skenario sehingga menghibur dan digolongkan kedalam tayangan fiksi. begitu penjelasan Wakil ketua KPI daerah Kepulauan Riau, Aulia Indriaty.
Dalam hati saya, Waduh, kok bisa begini. jadi ngerasa tertipu juga, siy. padahal saya waktu nonton sempet terharu, emosi, seneng, dan segala macam luapan rasa yang tercipta ketika nonton, eh ga taunya itu udah ada skenarionya. meskipun demikian, saya salut juga dengan skenarionya, sebab, ‘feel’-nya bener2 ada. yah, namanya juga hiburan. jadi kalo nonton, anggap aja sebagai hiburan. jangan terlalu dibawa emosi apa lagi sampe nangis – nangis…
Filed under: Hiburan, Uneg-uneg , bohong, drama, kpi, mehek, reality, reality show, show, skenario, termehek, trans tv




emang suka nonton acara kaya ginian ya? hehe..
kalo sempet nonton.
gpp lah walaupun g murni reality,, tp tetep masi bisa ngambil pelajarannya kan,, daripada nonton sinetron yg makin gak jelas :p
semalam untuk pertama kalinya dalam hidup saya, tanpa sengaja menonton Curhat-nya Anjasmara. Gosh!! Itu acara kok bisa ditonton orang ya? atau lebih parah lagi, kok ada ya, orang mau memproduksi acara seperti itu?
capek ah… dikibulin terus.
lagian, bukannya beberapa waktu lalu itu acara udah nggak boleh tayang ya?
pssttt… ini ada hubungannya sama postingan tentang termehe’ mehe’ kan?
halooo… KPI!!!
oh, yang sampe pukul – pukulan itu ya…
hmm..
pengen juga nonton. aku belum pernah nonton.
tapi dari iklannya aja udah keliatan parah,..