Pada tanggal 11 juni 2009 yang lalu BPOM kembali mengeluarkan Public Warning. Setelah sebelumnya mengeluarkan Public Warning mengenai alat makan melamin yang berformalin, kali ini BPOM mengeluarkan Public Warning untuk masalah Kosmetik yang mengandung zat-zat berbahaya.
Setelah melakukan penelitian sejak September 2008 hingga Mei 2009, didapat tujuh puluh jenis kosmetik yang didalamnya terkandung zat berbahaya. Zat berbahaya tersebut antara lain:
- Merkuri (Hg) / Air Raksa. Zat ini memang dapat merubah warna kulit. Tidak hanya putih, kulit yang terkena merkuri akan timbul bintik – bintik hitam. Kalo putih, ada bintik hitam, mirip apa ya…??
- Hidrokinon. Obat keras yang penggunaannya hanya dalam pengawasan dokter ini mempunyai kemampuan untuk membuat kulit muka tampak memerah. Saking merahnya, rasanya pun sampai seperti terbakar. :-/
- Asam Retionat/tretinoin/Retinoic. Kulit yang berminyak dapat berkuran dengan zat ini. karena zat ini memiliki kemampuan untuk membuat kulit menjadi kering hingga muncul rasa seperti terbakar.
- Pewarna merah / Rhodamin B. zat ini mampu membuat bibir memiliki warna merah yang sangat menggoda. tidak hanya bibir, bahkan kertas dan tekstil pun mampu dibuat merah oleh bahan ini.
whah, harus hati – hati ya kalo beli kosmetik. jangan sampai cantik enggak, sakit malah iya.
buat sobat blogger yang mao download filenya, bisa di download disini 70 Kosmetik berbahaya.
Filed under: Umum, berbahaya, bpom, formalin, kosmetik, peringatan, public, warning, zat





iya, saya juga pernah waktu jalan-jalan ke mall, tau2 ada spg yang narik tangan saya sambil ngomong promosi tentang produk pemutihnya. tanpa minta ijin langsung aja tu krim dioleskan ke tangan saya
rasanyaaa….waaaawwww panas minta ampun, langsung saja saya marah2i si spg, dan hasilnya, kulit saya jadi belang putih kaya panu
Temen saya lebih parah lagi, dia cowok, kakinya yang diolesi krim tsb. ehhh….nggak taunya bulu kaki pada ilang + kulit jadi belang sama kaya kulit saya, hehehe…dan sampe sekarang bulu kaki nya nggak bisa tumbuh lagi alias botak