
Jadi programmer memang dituntut harus bisa. Gimana enggak, sudah hampir satu tahun terbiasa dengan PHP, eh tiba2 ada job requirement dengan Java. Ya, dianggap sebagai tantangan aja. Toh (kata orang) sintaks java ga terlalu beda jauh sama sintaks PHP.
Setelah berdiskusi dengan tim, akhirnya dipilih ZKOSS sebagai framework-nya. Wah, udah ga pernah make java, apalagi ZKOSS. Saking ga taunya, sampe2 pas rapat salah nulis Zkoss dengan “Jetkos”
. Setelah dipelajari, ternyata memakai zkoss lebih enak. Didalamnya sudah termaktub modul javascript dan sudah mendukung ajax. Pastilah, karena ZKOSS merupakan framework yang berbasis RIA (Rich Internet Application). Buat yang pengen bikin web aplikasi dengan tampilan dan feel yang menyerupai Desktop aplikasi, ZKOSS merupakan pilihan yang tepat.
Selama mendevelop aplikasi, saya menggunakan editor Eclips. Di situ Zkoss, sudah disediakan bagaimana menginstal zkoss ke eclips. Selain itu, saya juga memakai GlassFish sebagai web servernya. Ohya, Eclips yang saya pake adalah “GlassFish Tools Bundle For Eclipse” versi 1.1. Saat artikel ini dibuat, sudah keluar versi 1.2 nya.
Di zkoss, saya menggunakan file berekstensi .zul untuk membuat halaman tampilan web. Sebenernya kita juga bisa pake halaman jsp maupun htm/html, tapi kenapa saya memilih .zul, karena di zkoss sudah tersedia komponen – komponen untuk form, tree, list, tabel, menu, image, dll. Komponen ini bisa kita tampahkan ke halaman .zul dengan drag n drop. persis ketika kita ingin menambahkan komponen pada Delphi atau Visual Stodio.
Untuk Controller, baru saya menggunakan java. Dengan file controller inilah yang kita pakai untuk mengelola aksi – aksi apa saja yang ada pada halaman view yang berekstensi .zul tadi.
Dibalik kekurangannya, secara keseluruhan, saya puas menggunakan Zkoss.




wwah mantap kang.. jadi pengen.
wah luar biasa kemampuannya…… boleh share lg ilmuunya nih….?:-)
q lg pengen mendalami zk nih,,
mohon bantuan.y ya,,,
^_^